Wisata Seni Budaya

Suku-suku di Kota Makassar
Sebagai kota terbesar di Sulawesi, Makassar merupakan pintu gerbang menuju obyek wisata populer lainnya. Ada beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan yang juga menyimpan obyek wisata menarik dan dapat dijangkau melalui darat maupun udara.

Tahun ini, Kota Makassar berusia 402 tahun. Sejarahwan bersepakat 9 November 1607 adalah hari lahir Kota Makassar, yaitu saat kota ini menjadi wilayah otonom Kerajaan Gowa. Dari tahun 1971 sampai 1999, kota ini berubah nama menjadi Ujungpandang. Namun nama Makassar sesungguhnya lebih dikenal di kalangan masyarakat nusantara bahkan dunia. Karena pertimbangan itulah sejak tahun 2000, pemerintah Indonesia mengembalikan nama Makassar menjadi nama resmi kota ini.

Makassar sesungguhnya bukan hanya nama sebuah kota, melainkan juga sebuah identitas kultural (kebudayaan). Suku Makassar adalah satu dari sekian banyak suku asli di Sulawesi, mendiami wilayah bekas Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan bagian selatan.

Ada pula Suku Bugis yang wilayah kulturalnya menempati sebagian besar Sulawesi Selatan bagian utara. Bugis adalah suku dengan populasi terbesar di Sulawesi. Toraja juga merupakan identitas kultural yang menempati wilayah luas di jajaran pegunungan Latimojong di utara. Sedangkan Mandar adalah suku asli yang mendiami Sulawesi Barat.

Seluruh identitas kultural itu kini tumbuh subur di Makassar. Bercampur dengan suku-suku dari daerah lain di Indonesia, seperti Minahasa, Jawa, Bali, Melayu, Ambon, dan Tionghoa. Menciptakan keragaman budaya yang berwarna.

Sepanjang tahun, selalu ada even kesenian yang digelar di Makassar. Mulai dari kesenian modern seperti festival musik populer dan jazz, teater, sampai festival kebudayaan lokal yang menampilkan kesenian atraktif. Berbagai kesenian dan peristiwa budaya yang dapat anda saksikan pada waktu-waktu tertentu antara lain :
1. Atraksi Permainan Tradisional “Ma’raga”.
2. Atraksi Permainan Rakyat “Mappadendang”.
3. Tarian Magis “Pepe-pepeki ri Makka”.
4. Tarian Ritual Bissu “Ma’giri”.
5. Upacara tradisional bugis dalam komunitas Tionghoa.
6. Pemain Gendang “Gandrang Bulo”
7. Tarian-tarian Tradisional seperti Tari Pakarena dll.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s